Yellow Fellow : How Important Social Media for Personal Branding in Digital Era

Hello Yellow Fellow!

Gimana nih minggu awal semester ganjil? Semoga masih tetap semangat dan sehat selalu ya. Btw kalau bahas soal kuliah sebagai anak ilkom sering banget nggak sih kita dijuluki extrovert dan well communicate. Tidak hanya itu, kita juga kerap disebut up to date dengan dunia digital. Maka nggak heran, kalau anak ilkom dianggap memiliki personal branding yang baik. Yup, personal branding adalah salah satu cara mengomunikasikan diri dengan menonjolkan suatu bidang yang kita kuasai.

Media sosial banyak digunakan sebagai platform personal branding yang efektif since kita saling terkoneksi melalui media sosial.

Untuk membuktikan hal tersebut, kami merancang sebuah kuesioner yang disebarkan pada akhir bulan Juli 2021. Melalui kuesioner ini kami ingin mengetahui strategi Yellow Fellow membangun personal branding.

Terdapat 64 Yellow Fellow yang berpartisipasi dengan rincian 17.2% dari angkatan 2018, 62.5% dari angkatan 2019, dan 20.3% dari angkatan 2020. Adapun untuk perbandingan responden perempuan sebesar 67.2% dan laki-laki 32.8%.

Personal Branding POV

Pertama, mari kita bertanya-tanya, personal branding itu penting nggak, ya? Kenapa sih kita harus melakukan personal branding? Personal branding itu jual diri ya? Hmm, bisa dibilang gitu sih, but in a good way. Yuk! Kita lihat beberapa jawaban Yellow Fellow terkait pertanyaan di atas. Berdasarkan 64 responden yang berpartisipasi, terdapat 42 Yellow Fellow yang menyatakan bahwa personal branding itu sangat penting, dan 22 Yellow Fellow menyatakan bahwa personal branding itu penting. Berikut beberapa alasannya yang telah disimpulkan:

    1. Personal branding bisa menjadi first impression yang baik dan membuat orang lain mengetahui keahlian atau kemampuan seseorang dalam bidang tertentu
    2. Personal branding mampu membangun koneksi dan relasi, strategi marketing untuk menunjukan kredibilitas diri, serta pengakuan dan penghargaan diri
    3. Kalau dianalogikan dengan produk, personal branding itu semacam ‘kemasan’ that looks appealing, the best side that we showed. Terutama berkaitan dengan pekerjaan. Hal yang kita akumulasi seperti prestasi atau pencapaian, juga kemampuan yang kita asah. It is important, because it rates how good we are at certain aspects. 

Nah, sekarang yuk kita intip pengertian personal branding versi Yellow Fellow! “Personal branding merupakan proses penciptaan persona diri yang akan ditampilkan ke khalayak/publik” “Citra diri, sesuatu yang melekat tentang diri kita bagi orang lain dan citra tersebut  dapat dikonstruksi maupun di rekonstruksi“ “Menyombongkan kemampuan diri ke khalayak supaya kita bisa dikenal dan dapat menarik orang-orang yang membutuhkan kemampuan yang kita miliki”. Dari pengertian yang disebutkan, Yellow Fellow sudah memiliki pemahaman yang serupa mengenai personal branding. Jika ditilik, personal branding adalah strategi memasarkan diri dengan menonjolkan kepribadian, kemampuan, dan nilai sehingga menimbulkan persepsi positif dari masyarakat. Personal branding membuat diri stand out dan berbeda dari ‘kompetitor’ (Khedher, 2014).

Pastinya kita membangun personal branding dengan sebuah tujuan. Memperbesar peluang karir menjadi alasan dominan, 28.1%, bagi Yellow Fellow untuk membangun branding diri. Tidak hanya itu, sebanyak 26.6% menyatakan bahwa personal branding yang baik dapat meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan diri. Menunjukkan keunikan diri dan menambah relasi/koneksi menjadi alasan lainnya. Dari survei ini dapat diketahui bahwa Yellow Fellow sudah menyadari pentingnya memiliki personal branding.

Top 5 Skill Personal Branding of Yellow Fellow

Kepo nggak sih bidang atau skill apa yang ditunjukkan Yellow Fellow dalam membangun branding diri? Ini dia Top 5 nya. Jeng jeng jeng!!

Posisi pertama, terdapat skill public speaking dengan responden sebesar 40.6%. Terkejut? Tentunya tidak yaa hehehe. Public speaking merupakan salah satu skill utama dari prodi ilkom dan menjadi kebanggan Yellow Fellow. Posisi kedua diduduki Art dengan beberapa kategori yaitu seni, fotografi, musik, dan voice over dengan responden 18.8%. Selain jago public speaking, Yellow Fellow terkenal dengan kemampuan di bidang seni. Banyak banget artis-artis yang lahir dari keluarga ilkom. Keren ga tuh? Pastinyaa!!

Di posisi ketiga terdapat keahlian di bidang desain dengan responden 17.4%. Kemampuan Yellow Fellow dalam membuat mind map, presentasi, dan grafis tidak perlu diragukan dan pastinya kreatif serta eye catching.  Lanjut posisi keempat terdapat bidang fashion dengan responden 14%. Ini sih valid no debat, karena memang benar, Yellow Fellow itu terkenal dengan fashionable-nya. Ayo jujur siapa di sini sebelum berangkat kuliah harus mikir outfit yang cocok dan keren!?

Last but not least, kemampuan writing dengan beberapa kategori yaitu content writing, copywriting, dan journaling dengan responden 8.7%. Nggak sedikit nih Yellow Fellow yang berkecimpung di dunia writing, bahkan termasuk salah satu posisi terfavorit ketika magang atau kerja di suatu perusahaan. Ini juga didukung dengan keahlian riset yang handal dari Yellow Fellow. Secara kita anaknya kan riset banget hihi:)

Social Media for Personal Branding

Terdapat beberapa platform yang digunakan Yellow Fellow untuk melakukan personal branding. Instagram menjadi media terfavorit yang digunakan lebih dari setengah responden, 84.4%. Sebanyak 43.8% menyebutkan LinkedIn sebagai platform yang efektif. Tiktok berada di posisi ketiga dengan responden sebanyak 20.3%. Terakhir, Twitter dipilih oleh 15.6% Yellow Fellow sebagai platform untuk bekreasi. Di antara pilihan di atas, adakah yang menjadi jagoan mu? 

Dari berbagai platform yang ada, Yellow Fellow sangat kreatif dengan beragamnya fitur media sosial yang digunakan. Lebih dari setengah responden, 53.1%, menggunakan Instagram feed sebagai fitur yang dianggap paling mudah dan efektif. Kemudian diikuti Instagram story sebanyak 45.3%. Fitur profil dan aktivitas menjadi yang paling banyak digunakan pada LinkedIn. Hal ini cukup beralasan karena LinkedIn lebih banyak digunakan untuk membangun branding diri secara formal dan profesional. Sedangkan untuk Twitter fitur tweet menjadi yang dominan dan Tik Tok dengan fitur videonya. 

Selanjutnya, Yuk! Kita telusuri apa aja sih bentuk konten yang digunakan Yellow Fellow dalam menggambarkan personal branding. Posisi pertama dengan total 44.6% diduduki oleh foto/gambar. Pastinya nih Yellow Fellow sangat ahli dalam hal ini. Bisa dilihat dari feed Instagram yang minimalis, aesthetic, dan fashionable. Posisi kedua dengan total 28.9% diduduki oleh konten video. Wah, pastinya Yellow Fellow orangnya komunikatif banget karena video menggunakan dua teknologi yaitu visual dan audio. Terakhir dengan total 25,6% konten tulisan. Konten ini cocok untuk Yellow Fellow yang puitis, kalem, dan mungkin sedikit pemalu.

Dalam membangun personal branding pastinya nggak lepas dari peran role model. Kita akan memilih role model yang sesuai dengan kemampuan, minat, maupun bakat yang ingin kita tunjukkan. Role model tentunya akan membantu kita dalam membangun branding diri yang baik. Ayo kita intip siapa saja role model pilihan Yellow Fellow! Pilihan terbanyak yaitu content creator dengan jumlah 35.6%. Content Creator memiliki ciri khas dan unggul di bidangnya masing-masing, seperti Indah Nada Puspita, Gita Savitri, dan masih banyak lagi. Posisi kedua yaitu, artis dengan jumlah 23.4%. Maudy Ayunda dan Najwa Shihab menjadi nama yang sering disebutkan. Ya iya sih abisnya mereka keren banget! Tokoh besar dunia dan politikus seperti Mahatma Gandhi dan Barack Obama masuk sebagai role model pilihan Yellow Fellow nih dengan total 6.2%. Tapi ternyata nggak usah jauh-jauh, Yellow Fellow juga menjadikan orang terdekat sebagai acuan untuk membangun branding diri. Role model ternyata bisa siapa saja, ya.

Overall, Yellow Fellow sudah memiliki personal branding yang baik. Namun, tidak jarang personal branding dipersepsikan sebagai ajang pamer atau pencitraan. Sejatinya pencitraan dan personal branding memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Indari Mastuti, pendiri Indscript Personal Branding Agency, pencitraan cenderung menutupi kekurangan atau melebih-lebihkan apa yang dimiliki seseorang. Sedangkan personal branding merupakan proses seseorang untuk memunculkan keunikan yang dia miliki (Lazuardy, 2021). Maka dari itu, Yellow Fellow nggak perlu takut ya untuk mengekspresikan siapa kamu! Nah, supaya kamu makin keren dalam membangun branding diri, berikut 6 tips yang bisa kamu terapkan : 

  1. Cari tahu siapa kita
  2. Menentukan fokus bidang/skill yang dikuasai
  3. Riset terhadap bidang/skill yang dikuasai
  4. Jangan lupa jadikan role model sebagai referensi 
  5. Tentukan audiens yang ingin kita jangkau
  6. Memperluas network

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, maksimalkan media sosial kamu untuk membangun branding diri!

Daftar Pustaka

Khedher, M. (2014). Personal Branding Phenomenon. International Journal of Information, Business and Management, 29-40.

Lazuardy, R. B. (2021, Juni). Pencitraan vs Personal Branding, Apa yang Beda? Retrieved from www.urbanasia.com: https://www.urbanasia.com/pencitraan-vs-personal-branding-apa-yang-beda-U32992

Divisi Akademik dan Profesi Kabinet Nirgahana Hima Ilkom

Contacts

For any inquiries please hit us up through

himailkom@gmail.com