Diskusi Prestasi Bersama Maisaroh: Menulis, Ekspresi Seni dalam Diri

Hello Yellow Fellow!

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, tentunya menulis adalah salah satu hal yang harus kita kuasai. Walaupun begitu, masih sedikit di antara kita yang benar-benar berminat dalam menulis. Namun, menurut teman kita yang satu ini, menulis adalah wadah untuk mengekspresikan seni yang kita miliki. Dengan menulis, Maisaroh atau yang kerap disapa Mai, berhasil meraih berbagai prestasi yang membanggakan. Eits, prestasi Mai juga bukan itu saja, mahasiswa Ilmu Komunikasi ini juga aktif mengikuti kegiatan di dalam maupun luar kampus. 

Nah, melalui artikel ini Mai akan berbagi dengan kita tentang perjalanan dalam meraih prestasi-prestasinya, memberitahu tips dan rahasia di balik kesuksesannya, pendapat Mai tentang seberapa pentingnya memiliki passion, dan juga menulis sebagai ajang seni. Yuk, simak artikel di bawah ini!

Tak Kenal Maka, Kenalan Dulu!

Mahasiswa yang bisa menulis ada banyak, tetapi mahasiswa yang bisa menulis artikel jurnal, menang best paper, dan langsung menerbitkan artikel jurnalnya pastinya jarang ditemukan. Maisaroh adalah satu dari mahasiswa tersebut. Mahasiswa Ilmu Komunikasi 2017 yang kerap disapa Mai ini, memang memiliki ketertarikan yang besar dalam bidang menulis. 

Sebagai mahasiswa tingkat akhir, kegiatan Mai sekarang ini sedang mengurus pengerjaan skripsi dan beberapa kegiatan akademik lainnya, seperti bekerja sebagai asisten dosen TPB Unpad dan mengikuti job training di TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI. 

Sharing Pengalaman Mengikuti Kompetisi

Perfectionist dalam menulis, seperti itulah deskripsi Mai tentang dirinya. Minat Mai di bidang menulis sangatlah besar sehingga ia merasa kompetisi menulis adalah wadah untuk mengembangkan hal yang ia suka. Mengikuti kompetisi-kompetisi tersebut bukanlah hal yang mudah, butuh waktu yang lama untuk Mai dalam mengerjakan sebuah karya tulis. “Bikin mumet,” begitu kata Mai ketika ditanya apa saja kendalanya dalam mengikuti kompetisi. Namun, menurutnya semakin banyak menulis maka kemampuannya akan semakin terasah. Maka, Mai tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengasah sesuatu yang menjadi passion-nya.

Menerbitkan Dua Artikel Jurnal dalam Kurang dari Setahun

Bulan Februari lalu, Mai berhasil menerbitkan artikel jurnalnya di Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Universitas Islam Sultan Agung. Proses penerbitan jurnal yang berjudul “Industri Budaya dalam Menciptakan Standar Kehidupan Perempuan: Kajian Perkembangan Mediaini berawal dari Mai berhasil menjadi Juara I Best Paper di National Conference of Communication (NCOC) 2020 yang diadakan oleh Universitas Islam Sultan Agung, Semarang. Setelah menjuarai lomba berskala nasional, “Call for Paper” di NCOC, salah satu ketua program studi Universitas Islam Sultan Agung menawarkan Mai untuk menerbitkan artikel jurnalnya di Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Universitas Islam Sultan Agung. Tanpa berpikir panjang, Mai langsung menerima tawaran tersebut. 

Tidak lama setelah penerbitan artikel jurnal pertamanya, Mai kembali menerbitkan artikel jurnal kedua di bulan Juni. Artikel jurnal berjudul “The Polemic of The Controversial Articles on The Family Resilience Bill from The Perspective of Islamic Law, Psychology, and Social Communication” ini merupakan salah satu yang lolos sayembara Jurnal Ijtihad. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan merupakan jurnal akademik yang diterbitkan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga. 

Jurnal Ijtihad adalah jurnal yang sudah terakreditasi B oleh SINTA sejak tahun 2018. SINTA (Science and Technology Index) merupakan portal pengindeks literatur ilmiah internasional yang sudah memiliki fitur lengkap seperti Scopus, pusat database literatur ilmiah yang paling terkemuka di dunia. Selain itu, Mai menulis artikel jurnal ini bersama dua mahasiswa dari universitas yang berbeda. Awalnya, mereka hanya mengikuti sayembara ini sekadar iseng. Eh ternyata, iseng-iseng berhadiah!

Menjadi Asisten Dosen di Unpad

Salah satu kesibukkan Mai saat ini adalah menjadi asisten dosen TPB Unpad. Mai mendapat informasi mengenai recruitment asisten dosen TPB Unpad dari kakak tingkat yang aktif di organisasi yang sama dengannya. Kakak tingkat Mai melihat Mai memiliki potensi untuk menjadi seorang asisten dosen. Menurut Mai, tanggung jawab asisten dosen sendiri tidak serumit itu. Asisten dosen bertugas membantu dosen dalam hal mengawasi dan mengurus tugas-tugas mahasiswa. Namun, untuk menjadi seorang asisten dosen diperlukan syarat IPK tertentu.

Time Management Preferensi Setiap Individu

Salah satu kekhawatiran terbesar mahasiswa jika ingin aktif berorganisasi maupun mengikuti lomba adalah tidak dapat memanajemen waktu dengan baik. Mai sendiri mengaku bahwa ia bukan orang yang pintar dalam mengatur waktu dan tidak dapat mengerjakan banyak hal di saat yang bersamaan. Mai memahami betul pola dia mengerjakan tugas sehingga ia lebih memilih untuk menyusun prioritas dan mengerjakan tugas dengan cara dicicil. Setiap orang memiliki preferensi sendiri dalam manajemen waktu. Mai sendiri menyatakan bahwa ia jarang membuat timeline atau jadwal. Jadi, memang kita harus mengerti diri sendiri banget nih, untuk mengetahui pola manajemen waktu yang tepat bagi kita.

Menulis, Perasaan yang Tidak Terungkap Melalui Berbicara

Bagi Mai sendiri, menulis adalah ajang seni karena menulis menjadi wadah untuk mengekspresikan feeling atau pikiran seseorang. Ada orang yang menuangkan pikiran mereka ke dalam lukisan, tarian, atau foto. Akan tetapi, bagi Mai tulisan merupakan wadahnya. Perihal menulis menjadi serius atau tidak dikembalikan lagi pada topik yang akan dibawakan, tetapi menurut Mai menulis secara general adalah salah satu tempat berekspresi yang tidak bisa kita lakukan melalui berbicara.

Menurut Mai, lomba itu hanyalah ajang bonus bagi mahasiswa untuk unjuk diri. Mai mengatakan, “Kalau memang kita masih takut tidak apa-apa, perbanyak menulis saja dulu”. Semua orang yang suka menulis punya timing dimana mereka akan merasa tulisan-tulisan yang sudah dibuat harus dibagikan kepada orang lain. Mai menyatakan bahwa, ketika timing tersebut sudah muncul janganlah kita ragu untuk mengikuti lomba.

Passion Penting, tetapi Semua Ada Waktunya

Untuk mengetahui passion dan minat kita merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Namun, tidak masalah jika kita belum mengetahui passion kita selama kuliah. Beberapa dari kita mungkin akan merasa insecure ketika melihat teman kita ada yang juara atau ada yang keluar negeri, tetapi menurut Mai kalau kita lihat orang lain terus menerus, tidak akan ada habisnya. 

Ga usah dipaksakan passion harus ditemui saat kuliah. Mungkin akan lebih baik kalau ditemui saat kuliah, tetapi kalau misalkan kita merasa kayaknya belum nemu-nemu nih passion gue selama kuliah yaudah, nanti aja. Lebih ke take your time aja sih, ga usah buru-buru banget lah, pasti ada waktunya kok semua orang.” – Mai

Apa Aja Sih, Prestasi Mai?

Dalam satu tahun terakhir, Mai berhasil meraih berbagai prestasi, antara lain: Juara 2 dalam perlombaan Opinion with Writing CNN Indonesia; Juara 1 Best Paper dalam perlombaan Call for Paper di National Conference of Communication 2020; Selected volunteer dalam Nays Social Project – Ekspedisi Negri di Atas Awan; Penerbitan artikel jurnal periode Februari 2020 dalam Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna; Penerbitan artikel jurnal periode Juni 2020 dalam Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan; Digital Communication Intern di TP Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI; Asisten dosen TPB Unpad sejak September 2020.

Lewat komunikasi, jadikan itu seni

Maisaroh

Juara I Best Paper national Conference of Communication 2020

Penulis

Gemma Lexita S.

Divisi Akademik dan Profesi Kabinet Nirgahana Hima Ilkom